hanyainsani.com

Beberapa Hal yang Disadari Saat Usia Beranjak Dewasa

 


Entah berapa tempat yang telah dilalui, entah berapa materi atau buku yang dibaca dan dipelajari, namun pengalaman yang paling berarti. Dalam pengalaman manusia belajar menghadapi persoalan atau ujian secara langsung. Dihadapkan segala kenyataan yang terkadang jauh berbeda dari apa yang telah diketahui sebelumnya.

Seiring bertambahnya usia juga pengalaman yang telah dilalui. Entah bahagia, sedih, pahit ataupun manis. Manusia lebih banyak belajar dan mengubah hidupnya dari pengalaman. Beberapa hal ini yang cukup menyadarkan saya dalam memandang kehidupan. 

  1. Seiring umur bertambah, begitu pun usia orang tua kita semakin berkurang. Sedangkan banyak hal lebih sering membuat mereka kecewa dibandingkan bisa membuat bahagia. Laki-laki yang dulu tampan dan perkasa itu, tak bisa bekerja segesit dulu. Keriput di muka semakin jelas terlihat, seolah menyisakan tenaga yang kini semakin menurun. Perempuam hebat yang dulu selalu ada dan memahami kita, kini seringkali merasa lelah dan tak selalu ada untuk kita. Karena kesibukan dan keterbatasan waktu untuk bersama, ternyata tak banyak waktu tersisa untuk dapat membahagiakan mereka. 
  1. Menjaga fisik tetap ideal dan sehat tidak semudah dulu, dan nilai dari kesehatan memang mahal/tak terhitung nilainya. Begitu mudah menggerakkan tubuh untuk bekerja keras, menahan kantuk sampai dini hari untuk menuntaskan tugas, menahan lelah hingga kekurangan waktu istirahat. Tak masalah bila telat waktu makan, atau makan secukupnya. Tapi kini jangankan makan telat, makan tepat waktu saja tubuh terasa berat dan belum tentu sehat. Menahan kantuk tak seperti dulu lagi. Fisik begitu mudah lelah, sebentar-sebentar membuka botol minyak kayu putih. Tak lupa sedia kertas tempel panas (koyo), aneka vitamin hingga suplemen kesehatan agar tidak mudah sakit atau lelah. 
  1. Tak ada yang setia dan selalu bersama, apalagi teman atau sahabat. Semakin bertambah umur, lingkungan pertemanan juga semakin terbatas. Dahulu mudah sekali bisa akrab dan berkawan dengan siapapun. Membahas banyak hal dan topik mengenai segala persoalan kehidupan. Seiring waktu, bertemu orang lain dan membahas banyak hal rasanya menyedot banyak tenaga dan menguras waktu juga pikiran. Belum persoalan lain yang dirasakan lebih penting, seolah basa-basi dan mengakrabkan diri tidak begitu perlu. Berusaha dekat dengan orang lain, karena kita butuh dan perlu agar urusan kita lebih mudah. 
  1. Mudah lelah dan merasa berpuas diri. Ambisi dan obsesi di masa muda seolah menguap sedikit demi sedikit begitu saja karena realita. Hidup berjalan mengikuti tuntutan sosial. Pada akhirnya tak banyak yang bertahan mengejar dan mewujudkan impiannya. Merasa cukup puas dengan menjalani rutinitas sama agar hidup dalam taraf yang aman. 
  1. Memperjuangkan hidup dan impian saat ini lebih utama untuk mencukupi kebutuhan dan masa depan keluarga. Impian pribadi bukan lagi prioritas. Membahagiakan keluarga lebih utama. Banyak hal yang dipikirkan selalu bersangkutan dengan kepentingan keluarga. 
  1. Waktu bersama keluarga lebih penting dan berharga daripada sekedar bersenang-senang. Sedikit waktu luang/senggang, sebisa mungkin dihabiskan bersama keluarga. Waktu sendiri diperlukan, namun hanya secukupnya. Agar tidak dicap sebagai orang egois yang hanya peduli diri sendiri. 
  1. Uang akan terasa bermakna jika digunakan untuk hal-hal yang sangat mendesak dan memang dibutuhkan. Segala hal yang sifatnya konsumtif atau hedonis akan dipikirkan berulang kali. Belajar minimalis dalam hidup bukan karena berencana, terkadang juga karena harus dipaksa. 

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Tambahkan komentar untuk mendukung blog ini yaa.