hanyainsani.com

Galeri Acak Diriku

 

  1. Sop Iga Sapi Bu Ugie — Tawangmangu, Karanganyar

Maaf kualitas fotonya kurang baik. Kalau tak salah ini diambil sekitar pertengahan tahun 2017. Meskipun tempat jualannya nggak terlalu jauh, dan saya begitu ingin makan ini sekian lama. Sayangnya belum keturutan juga. Salah satu tempat makan paling terkenal kalau main ke Tawangmangu. Paling pas dimakan disana, karena cuaca dingin, makanan berkuah dan nikmat, dihidangkan panas serta isian sayur hasil tanam petani lokal benar-benar memuaskan rasanya.


2. Foto terakhir saat acara perpisahan magang PPL di SLB C. Salah satu siswa paling unik dengan down syndrome (waktu itu kelas VIII)


3. Sesi intermezo kala mengajar ngaji anak-anak TPA. Lama nggak ketemu mereka lagi, karena beberapa hal akhirnya belum kesana lagi. Rasanya kangen suasana ngaji bareng, belajar banyak hal, do'a bersama atau waktu berbuka puasa.


4. Pertama kalinya naik pesawat ke luar kota (Jawa) dan dibayari pula. Tahun 2017, pesawat yg dikenal dengan biaya efisiennya Lion Air.


5. Pertama kalinya ikut kompetisi tingkat nasional. Numpang nama sama setor ide. Alhamdulillah dikasih rezeki juara 2 😀


6. Masjid Raya Sumatera Barat. Masjid termegah dengan arsitektur paling keren di Indonesia menurut saya. Kalau dikasih kesempatan buat ke Padang lagi, nggak boleh sampai kelewatan untuk mampir kesini.


7. Momen sholat tarawih berjamaah di masjid Agung Surakarta tahun 2019


8. Gedung BI lama kota Surakarta. Diambil waktu pdkt berkedok belajar sejarah sama calon suami. 😅


9. Menyiapkan pesanan catering sekian snack box bareng rekan sekaligus sahabat juga adik angkat saya.


10. Bukan mahasiswa, tapi masih sempatnya ikutan unjuk rasa. Tapi demo apa ya? Lupa 🤪


11. Masak sop ayam buat sekos. Ini menu favorit banget sih


12. Sewaktu masih jadi pengurus organisasi tahun 2018


13. Cemilan favorit saya. Rica bekicot yang seenak ini cuma bude yang bisa masak. [Edited] Bude yang saya panggil "Simbok'' telah berpulang ke Rahmatullah beberapa hari menjelang hari raya tahun lalu (2022). Kehadiran si bayi yang ditunggu-tunggu dirinya dan diharapkan hadirnya seorang putra tak sempat beliau menjumpainya. Masakan-masakan beliau kini jadi memori buat saya yang akan selalu membuat rindu. Dari beliau-lah awal mula saya belajar memasak dan jadi kegemaran. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. 


14. Buka usaha di foodcourt pertama kalinya Januari 2020. Tapi terpaksa tutup, meski baru berjalan kurang dari 5 bulan karena adanya PSBB.


15. Makanan terenak sedunia 😁. Mie ayam kembar yang dikelola pasutri lanjut usia, semasa kuliah jadi tempat pelarian terbaik saat senang, moody-an, bahkan sedih. Selain mie ayam dengan porsi meluber juga harga murah, makan di tempat bisa nonton pemandangan sungai beserta flora fauna disekitarnya. 


16. Menyeberang sungai Bengawan Solo. Perbatasan Bojonegoro-Blora, jalan pintas antar kota. Kalau lewat darat bisa melalui Cepu, tapi lebih jauh. [Edited] Perjalanan ke Blora bisa jadi tidak akan pernah saya ulangi, terima kasih banyak pada suami yang menunjukkan desa terpelosok tempatnya mengabdi (KKN) dulu.


17. Mempersiapkan nasi untuk sedekah jalanan untuk area kota Solo. Kangen banget lama nggak masak-masak dan bagi-bagi sedekah makanan.


18. Ini pas bagi-bagi makanan bareng teman-teman. Seringnya sih malam. Karena jam-jam malam Tunawisma, tukang becak beristirahat. Jadi mudah ditemukan


19. Anak pungut pertama kali dalam hidup saya. Kimie (warna putih, orange dengan motif marble), nama lengkapnya Kim So Hyun. Yang abu-abu Greta (betina, bandel, dari asal kata Grey).


20. Pas masih kerja di E-commerce kebutuhan sehari-hari dengan nama usaha pasarkoe.com. setiap bulannya menyiapkan pesanan sembako untuk disedekahkan sejumlah puluhan hingga ratusan paket. 


21. Mengantarkan mbak kos biar nggak bosen dan galau cuma di kosan. Tempat : Waduk Cengklik Boyolali (koreksi jika salah)


22. Waktu usaha coba-coba bikin produk sambal cumi


23. Menikmati pagi di area tambak dan hutan Bakau — Tayu, Pati 2020

24. Mengambil momen saat para nelayan kembali ke muara dari melaut. Lumayan nekat naik tangga bambu di area Wana Wisata Bakau yang terbengkalai karena kunjungan wisatawan ditutup.


25. Salah satu makam Nyai (gundik dari seorang Juragan kebun/Meneer) di Pacitan. Dibuat untuk membuktikan tanda cintanya pada istrinya yang meninggal di usia muda, sekitar usia 23 tahun. Pada makamnya ada tulisan berupa sandi yang sulit dipecahkan.

Terima kasih sudah scrolling dan melihat galeri singkat saya 😊

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Tambahkan komentar untuk mendukung blog ini yaa.