hanyainsani.com

7 Kesalahan Pengasuhan Bayi Baru Lahir (Newborn) yang Perlu Dihindari

Momen pertama bagi orang tua baru saat bayinya lahir tentu mengesankan bukan? Pengalaman awal yang membuat parents mengasuh makhluk mungil dengan rasa penuh kehati-hatian. Banyak hal yang perlu dipelajari, apalagi merawat bayi baru lahir (newborn) bisa dibilang tidaklah mudah. Agar minim kekeliruan dalam merawat bayi, yuk simak beberapa kesalahan dalam pengasuhan newborn yang perlu parents hindari!  

Ilustrasi Orang yang memegang tangan bayi. Sumber: Pexels.com


1. Membiarkan bayi tertidur lama dan tidak menyusui secara terjadwal. Saat awal-awal kehidupannya terlahir di dunia, bayi belum menyadari sepenuhnya jika ia tak lagi di rahim ibunya. Lazimnya bayi akan tidur lebih lama dibandingkan orang dewasa, dengan variasi total waktu tidur 10-18 jam sehari. Bayi belum bisa membedakan mana waktu siang atau malam, apalagi kemampuan penglihatannya juga masih dominan buram. Akhirnya waktunya lebih banyak digunakan untuk tidur, meski begitu bayi tetap membutuhkan ASI agar tetap terhidrasi. Saking pulasnya bayi tertidur, kadang ibu merasa tak tega membangunkan untuk menyusuinya. Apabila bayi terlalu lama tidur tanpa disusui, akibatnya akan mengalami kondisi bayi kuning. Tandanya bisa terlihat dari ciri khas warna kulit bayi dan bagian putih mata yang kekuningan. Agar anak tetap terhidrasi secara cukup, idealnya ibu bisa menyusui tiap 2 jam sekali, maksimal paling lama setiap 4 jam sekali ya bu. 

2. Malas mengganti popok. Kulit bayi baru lahir memang lebih sensitif. Perlu perhatian lebih agar kelembaban kulitnya tetap terjaga, sedangkan di sisi lain juga terhindar dari iritasi. Salah satu masalah pada kulit bayi yang kerap dijumpai ialah ruam popok. Area bokong dan paha dalam merupakan bagian tubuh yang mengalami tanda kemerah-merahan, karena area tersebut rentan berkembangbiaknya jamur. Urine dan kotoran bayi jadi sumber baktei yang harus dihindari. Baik tingkat ringan hingga berat, ruam popok harus secepatnya diatasi. Rasa gatal, lengket dan perih tentu membuat bayi merasa risih hingga rewel. Gunakan krim ruam popok jika sudah terlanju terjadi. Untuk pencegahan sebaiknya parents harus rutin mengganti popok setidaknya 2-3 jam sekali, atau jika popok sudah terlihat penuh dan kotor. 

3. Menggunakan bedak bayi berlebihan. Sepertinya tampak lucu ya jika bayi terlihat putih dengan bedak? Atau aroma khas wanginya makin enak nih ketika ditaburi bedak? Jadi pengin cium-cium berulang kali. Penggunaan bedak untuk bayi dirasa sangat wajar ya bu, tapi tetap nggak boleh berlebihan lho! Bahkan sebaiknya jika memungkinkan harus dihindari bu. Menggunakan bedak bayi secara berlebihan atau tidak tepat pemakaiannya bisa menimbulkan beberapa efek samping nih. Umumnya bedak bayi terbuat dari bubuk magnesium silikat yang bisa berdampak pada kesehatan pernapasan jika terhirup. Dampaknya bisa menyebabkan ganguan pernapasan hingga yang paling berat kanker paru-paru. Bagi bayi yang kulitnya sensitif juga dapat mengakibatkan iritasi. Untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya efek samping, parents bisa menuang bedak bayi di telapak tangan kita terlebih dahulu dan diratakan, baru kemudian diusapkan ke bagian yang mudah berkeringat seperti ketiak, punggung dan dada. Hindari penggunaan bayi pada bagian yang dekat dengan mulut dan hidung, serta kemaluan. Gunakan bedak bayi secukupnya, jangan terlalu tebal. 

4. Memandikan secara tidak tepat. Bayi baru lahir memiliki kulit lembut yang masih memiliki lapisan vernix cesaosa. Lapisan vernix bermanfaat memberikan perlindungan pada bayi beberapa jam pertama setelah lahir, memandikan bayi baru lahir terlalu dini tidak begitu disarankan. Sebaiknya tunda hingga 6 jam kemudian baru dimandikan. 

Mandi memang upaya menjaga kebersihan tubuh bayi yang sangat diperlukan. Namun, parents jangan memandikan bayi terlalu sering juga. Kemudian gunakan air hangat untuk membersihkan tubuhnya, pilih sabun bayi yang sesuai untuk kulitnya. Jika merasa ragu dengan sabun yang digunakan, sebaiknya parents pilih sabun bayi cair yang dikhususkan untuk kulit sensitif atau pilih sabun hypo-allergic. Apabila bayi mengalami iritasi, parents bisa menggunakan sabun khusus untuk mengatasinya. Kemudian hentikan penggunaannya jika bayi sudah sembuh iritasinya, karena penggunaan sabun cair khusus iritasi yang terlalu lama atau sering biasanya dapat menyebabkan kulit kering.  

5. Tidak menyendawakan setelah menyusui. Perut bayi baru lahir memiliki saluran pencernaan yang belum sempurna. Bayi hanya bisa mengkonsumsi susu, di sisi lain terkadang mudah mengalami kembung hingga kolik. Jika perutnya bermasalah, bayi pasti akan rewel dan susah tertidur. Salah satu penyebab kembung pada bayi dikarenakan udara berlebih dalam sistetm pencernaannya. Proses menyusui yang tidak tepat atau foremilk yang lebih banyak diminum bisa menjadi penyebabnya. Untuk mencegah terjadinya kembung, ibu harus terbiasa menyendawakan bayi setiap selesai menyusui. 

Ada tiga posisi menyendawakan yang bisa digunakan. Yaitu dengan posisi digendong tegak pada bagian pundak, lalu menepuk punggung bayi secara perlahan. Cara kedua bisa dilakukan dengan posisi duduk, dengan cara menopang tubuh menggunakan punggung tangan, sedangkan tangan satunya menopang dagu bayi. Lalu usap dan tepuk perlahan bagian punggung bayi. 

6. Jarang berjemur atau salah cara menjemur. Bayi membutuhkan vitamin D  bahkan sejak bayi lahir, baik yang ASI maupun sufor. Vitamin D berguna menjaga kesehatan bayi, kesehatan otot-ototnya, dan membangun sistem imun tubuhnya. Untuk memperoleh vitamin D, bisa dilakukan dengan terpapar sinar matahari di waktu tertentu. Tak hanya paparan sinar matahari di waktu yang tepat, cara menjemur bayi juga perlu dilakukan dengan cara yang pas. 

Sebaiknya menjemur bayi tetap menggunakan pakaian. Waktu yang tepat untuk menjemur bayi di pagi hari bisa dilakukan maksimal pukul 8, sedangkan sore hari setelah pukul 4. Menjemur bayi juga tak perlu dilakukan setiap hari, karena lamanya waktu menjemur bayi harus disesuaikan dengan warna kulitnya pula. Bagi bayi berkulit kecoklatan atau lebih gelap, dianjurkan cukup berjemur 3-5 jam per minggu. Di mana waktu tiap kali berjemur sekitar 20-30 menit. Berjemur juga sebaiknya dilakukan setelah bayi mandi, tanpa pemberian minyak telon, parents bisa pakaikan baju dan celana dulu. Selesai berjemur bisa usapkan minyak telon dan bedak secukupnya. 

7. Tidak menggunakan sabun cuci yang aman bagi bayi. Sebagaimana pemaparan kesalahan pengasuhan pada bayi di poin sebelumnya, kulit bayi lebih sensitif hingga rentan iritasi. Penggunaan sabun cuci yang tidak sesuai dapat membuat serat-serat pakaian bayi jadi lebih kasar. Sehingga membuat pakaiannya tak nyaman bila dikenakan. Sebaiknya sediakan sabun cuci khusus yang ramah bagi bayi dan juga bumi. Dengan begitu parents bisa menjaga keawetan dan kelembutan pakaian bayi, sekaligus merawat bumi. 

Ada lagi kesalahan pengasuhan bayi newborn yang mungkin parents temui dalam kehidupan sehari-hari? Boleh ikut tambahkan dalam kolom komentarnya yaa. Terima kasih telah membaca! 



Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Tambahkan komentar untuk mendukung blog ini yaa.