hanyainsani.com

Ini 3 Manfaat, Contoh Content Plan dan Cara Membuatnya

content plan templates

Bekerja di dunia kreatif membuat saya semakin memahami bahwa segala sesuatu harus dikerjakan secara cepat, menuntut ide-ide baru, dan dapat terealisasikan dengan baik. Untuk mewujudkannya tentu dibutuhkan strategi agar tujuan dapat tercapai.

Semisal dalam mempromosikan suatu produk atau membangun branding perusahaan. Dibutuhkan perencanaan yang jelas, target waktu yang ditentukan, hingga melakukan evaluasi untuk perbaikan.

Terutama pekerjaan yang berkaitan dengan dunia pemasaran seperti sales, social media specialist, digital marketing, dan sejenisnya. Ada aktivitas yang wajib hukumnya untuk dilakukan, yaitu membuat content plan.

Content plan atau perencanaan konten diperlukan agar pesan yang ingin disampaikan ke publik atau audiens bisa menyasar dengan tepat, jelas, dan terukur. Membuat content plan akan membantu kita menentukan tujuan dari aktivitas dalam digital marketing. Misal untuk menimbulkan kesadaran akan produk atau brand (awareness), mau mendorong untuk mempertimbangkan pembelian (consideration), atau ingin mendorong pembelian (conversion).

Pun untuk mencapai tujuan itu harus dilakukan melalui target atau aktivitas terstruktur. Karena satu sama lain saling berkaitan dan mendukung keberhasilan suatu tujuan.

Lalu, apa sih yang dimaksud content plan ini? Apakah hanya untuk yang berkecimpung di dunia pemasaran? Tentu jawabannya tidak. Yuk, simak lebih lanjut sampai contoh content plan dan cara membuatnya.

Apa itu Content Plan?

Content plan adalah sebuah dokumen yang berisi rencana pengembangan konten yang akan diproduksi dan dipublikasikan dalam jangka waktu tertentu. Content plan membantu tim pemasaran untuk memastikan bahwa setiap konten yang diproduksi memiliki tujuan yang jelas dan konsisten dengan tujuan bisnis, serta dapat membantu tim untuk mengatur waktu produksi dan publikasi konten secara efektif.

Secara umum, content plan mencakup informasi berikut:

1. Tujuan konten

Apa yang ingin dicapai dengan konten ini? Apakah untuk meningkatkan kesadaran merek (awareness), mendorong konversi (conversion), atau membangun hubungan dengan audiens? (loyalty)

2. Target Audiens

Siapa yang akan membaca atau menonton konten ini? Apa minat dan kebutuhan mereka? Dalam hal ini, kita perlu mengetahui minat, usia, gender, karakteristik, atau perilaku dari audiens.

3. Jenis Konten

Apa format konten yang akan dibuat? Apakah artikel, video, podcast, atau lainnya?

4. Platform

Di mana konten ini akan dipublikasikan? Apakah di situs web, media sosial, atau lainnya?

5. Jadwal Publikasi

Kapan konten yang dibuat akan dipublikasikan?

Beberapa hal tersebut harus dipertimbangkan secara matang. Agar content plan yang dibuat mencakup informasi secara rinci dan jelas. Selain hal-hal yang perlu diperhatikan, ada tiga manfaat utama dari content plan yang dibuat. 

Manfaat Content Plan

Hiduplah dengan tujuan, maka kamu tahu ke mana kamu pergi.
Membuat content plan hukumnya wajib, jika ingin tujuan yang ditetapkan dapat terealisasikan dengan baik. Membuat content plan bisa membantu seseorang atau tim dalam melakukan upaya pemasaran. Dengan begitu bisa mendapat gambaran untuk mengatur waktu serta mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif.

Berikut adalah beberapa manfaat dari pembuatan content plan:

1. Meningkatkan efektivitas pemasaran

Content plan membantu tim pemasaran untuk memastikan bahwa konten yang diproduksi sesuai dengan tujuan bisnis dan target audiens.

2. Meningkatkan efisiensi kerja

Content plan membantu tim pemasaran untuk mengatur waktu produksi dan publikasi konten secara efektif.

3.Meningkatkan kualitas konten

Content plan membantu tim pemasaran untuk menghasilkan konten yang lebih berkualitas dan relevan dengan audiens.

Content plan sangat bermanfaat dalam upaya pemasaran ya. Namun, upaya pemasaran tidak hanya soal penjualan. Oleh karena itu content plan juga dibutuhkan bagi siapapun yang terjun di dunia kreatif. Seperti blogger atau content writer.

Hmmm, lalu bagaimana sih blogger atau content writer menyusun content plan? Apa saja manfaatnya untuk blogger? Bagaimana contoh content plan bagi blogger dan cara membuatnya?

Content Plan untuk Blogger

Membuat content plan bagi seorang blogger memperhatikan tujuan yang ingin dicapai. Targetnya dibagi ke beberapa periode, yaitu dalam waktu setahun (yearly), bulan (monthly), dan mingguan (weekly).

Memecah tujuan berdasarkan waktu akan membantu blogger menjalankan aktivitas membuat konten yang realistis dan mendorong konsistensi. Blogger bisa mendapatkan panduan, sehingga blog yang dikelola dapat berkembang serta mampu menyajikan konten berkuallitas.

Jika edukers iingin membuat content plan yang efektif, secara umum dapat menjalankan beberapa tips berikut:

1. Mulai dengan menentukan tujuan dan audiens yang tepat 

Tentukan tujuan yang ingin dicapai dan sasaran audiens yang sesuai.

2. Lakukan riset untuk memahami kebutuhan dan minat audiens

Apa hal yang disukai dan minatnya? Apa yang mereka butuhkan?

3. Buatlah daftar ide konten yang sesuai dengan tujuan dan target audiens

Ketahui niche atau tema yang diusung. Kemudian dibagi ke beberapa tema yang relevan.

4. Tentukan jadwal publikasi konten

Konsisten menjadwalkan konten yan dibuat. Misal dalam seminggu, sebulan, atau setahun mau berapa banyak jumlahnya.

5. Tinjau dan evaluasi konten secara berkala

Untuk mengetahui ketercapaian dari tujuan yang telah ditentukan, lakukan evaluasi. Apa saja yang perlu diperbaiki, dipertahankan, atau apa yang ingin ditingkatkan?

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan edukers dapat membuat content plan efektif yang dapat membantu tujuan bisa tercapai. 

Nah selanjutnya, gimana sih buat content plan? Berikut contoh content plan yang dapat digunakan oleh blogger. Bisa juga diadaptasi untuk profesi atau keperluan lainnya.

Contoh Content Plan

Pertama untuk content plan yang dibuat ialah menentukan tujuan per periode waktu. Seperti contoh saya membuatnya di spreadsheert 

contoh content plan untuk blogger


Mengapa memilih menggunakan spreadsheet daripada manual corat-coret atau yang dicetak? Karena bisa disesuaikan, di update lewat gawai juga. Jadi daripada scrolling bisa buka ini sambil reminder yang harus dilakukan. 

Nah, setelah membuat target per waktu tertentu, saatnya menuangkan keyword hasil riset dan data pendukung untuk menulis artikel. Seperti ini. 

manfaat dan contoh content plan


Cara Membuat Content Plan

Setelah melihat contoh content plan, berikut ini ada beberapa hal yang diperhatikan untuk dapat membuatnya sendiri.

1. Menentukan Tujuan

Memiliki tujuan yang jelas memberikan dasar kuat untuk melangkah atau mengawali sesuatu. Begitu pula dalam mengelola blog, dengan tujuan kita bisa bergerak dan melangkah dalam jangka panjang. Tidak sekadar coba-coba lalu menghilang.

2. Mengkategorikan Konten

Berikutnya jika sudah mengerti tujuan yang ingin dicapai, target audiens, serta konten yang akan dibuat, kamu perlu menentukan kategori dari konten. Selain tema (niche), kamu bisa membuat content pillar. Misal niche-nya fashion, maka buat kategori (content pillar) ke dalam beberapa hal seperti pakaian, aksesori, dll. 

3. Buat Kalender Konten (Editorial Plan)

Langkah selanjutnya dari mengkategorikan konten kamu perlu membuat kalender konten. Di dalamnya berisi data-data konten yang telah dipersiapkan. Dalam proses pembuatannya situs luar negri Tweak Your Biz menganjurkan menggunakan spreadsheet dalam proses pengkategorian, penjadwalan dan lainnya.

Selamat membuat content planmu sendiri. Semangat menjalankannya ya edukers. Semangat untuk saya juga!

Sumber:

https://sasanadigilab.com/pengertian-dan-contoh-content-plan/

2 komentar

Terimakasih telah berkunjung. Tambahkan komentar untuk mendukung blog ini yaa.
  1. Masya Allah, bahasannya sudah mengerucut ke personal branding yang kemarin di buat, ya. Lengkap juga contohnya. Good Job, Mbak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi terimakasih banyak mb Iis selalu jadi pembaca setiaku

      Hapus